<< December 2019 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, December 22, 2010
Asuhan Kebidanan Pada Akseptor Kb Suntik

ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK

Tanggal Pengambilan Data 22 Februari 2006
I. Pengkajian
A. Data Subyektif
1. Identitas / Biodata
Nama Pasien: Ny.Fatimah    Nama Suami : Tn. Gustaf
Umur  :  29 th Umur  :  32 th
Agama : Islam Agama : Islam
Suku  :  Jawa Suku  :  Jawa
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Sekar wangi    Alamat : Sekar wangi

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan baru melahirkan 6 minggu yang lalu dan ia ingin ber KB tetapi tidak tahu alat kontrasepsi apa yang cocok untuknya.

3. Riwayat Haid
Menarche : 14th
Siklus  :  28 hari
Lama  :  6-7 hari
Banyak : 2-3 x ganti doek
Keluhan : tidak ada
Teratur/tidak : teratur
 
4. Riwayat Obstetri
Jumlah anak hidup  :  1 (satu)
Jumlah anak meninggal : tidak ada
Jenis persalinan terakhir : spontan, pervaginam
Komplikasi  :  tidak ada
Keadaan nifas terakhir : baik, normal

5. Riwayat Penyakit yang lalu dan sekarang
Klien tidak pernah atau sedang menderita penyakit yang serius seperti hipertensi, hipatitis. Diabetes melitus, infeksi unogenital, perdarahan, kelainan pembekuan darah, jantung, radang panggul dan adneksitis.

6. Riwayat Penyakit Keluarga
Didalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit keturunan atau menular.

7. Data Psikososial
Suami ibu mendukung kontrasepsi yang akan ibu pakai

8. Riwayat KB
Macam peserta KB  :  baru
Pernah KB  :  belum pernah KB
KB terakhir  :  tidak ada
Keluhan pemakaian alat kontrasepsi : tidak ada

9. Pola Kebiasaan Sehari-Hari
a. Seksualitas
- Selama hamil ibu dan suami tidak ada masalah dalam berhubungan seksual
- Setelah melahirkan ibu belum pernah berhubungan seksual
b. Personal Hygiene
Ibu mandi 2x sehari, ganti pakaian sehabis mandi

10. Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan Umum
BB/TB :  58/153 cm
RR  :  24 x/mnt
Temp  :  370C
TD  :  110/70 mmHg
Pols :  80 x/mnt
Kesadaran  :  composmentis

b. Pemeriksaan Kebidanan
1)Kepala
- Muka : tidak pucat dan tidak ada cloasma
- Telinga : bersih dapat mendengar dengan baik, daun telinga simetris kiri / kanan, tidak ada pengeluaran cairan.
- Mata :simetris, bulat, tidak pucat dan mampu melihat dengan baik
- Hidung : simetris kanan/kiri, bersih tidak ada sekret dan tidak ada pembesaran polip
- Gigi/mulut : simetris atas dan bawah, bibir berwarna merah, gigi tidak berlubang dan tidak ada caries.
2)Leher
Kelenjar gondok/toroid:tidak ada pembesaran kelenjar tyroid / gondok
Pembesaran kelenjar limfe :tidak ada pembesaran kelenjar limfa

II. Interprestasi Data Dasar, Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan
1. Diagnosa
Ibu akseptor KB baru
Dasar :
Ds: - Ibu berusia 24 tahun
- Ibu mengatakan ingin menjarangkan kehamilan
Do : BB :  50 kg
TD : 110/70 mmHg
Pols : 80 x/mnt
RR : 24 x/mnt
2. Masalah
Untuk sementara tidak ada masalah
3. Kebutuhan
Penjelasan tentang macam-macam alat kontrasepsi yang efektif bagi ibu dan suami
Dasar :
- Ibu baru melahirkan 6 minggu yang lalu
- Ibu ingin menjarangkan kehamilan

III. Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial 
Tidak ada

IV. Identifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan dan Kolaborasi 
Tidak ada
 
V. Rencana Manajemen
1. Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan
a. Jelaskan kondisi ibu saat ini
b. Libatkan suami untuk memberi dukungan pada ibu
2. Pemberian informasi tentang alat-alat kontrasepsi
a. Jelaskan pada ibu macam-macam alat kontrasepsi
b. Bantu ibu untuk memilih alat kontrasepsi yang sesuai bagi dirinya
3. Pemberian informasi tentang efek saming dari alat kontrasepsi
a. Jelaskan pada ibu efek samping dari alkon yang ibu pilih.
b. Anjurkan pada ibu untuk konsultasi lebih lanjut bila merasa tidak nyaman dengan alkon yang ibu pilih
4. Memberikan alat kontrasepsi hormonal yaitu KB suntik depoprovera
5. Anjurkan ibu untuk datang kembali sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan
Pembersaran vena jugularis : tidak ada pembesaran vena jugularis
• Dada
- Payudara
Simetris/tidak : payudara simetris
Pembesaran : pembesaran normal
Tumor/benjolan : tidak ada tumor/beonjolan
Pengeluaran : tidak ada pengeluaran PUS atau cairan lain
- Paru-paru
Ronchi  :  tidak terdengar
Whezing  :  tidak terdengar
- Jantung
Mur-mur :  tidak terdengar
 
• Abdomen
Pembesaran ada/tidak : tidak ada pembesaran
Bekas luka operasi : tidak ada bekas luka operasi
Palpasi hepar : tidak teraba pembesaran hepar
• Ano – Genital
Inspeksi keadaan vulva/vagina
Radang/infeksi : tidak ada radang/infeksi pada vulva/vagina
Pengeluaran pervagina: tidak ada pengeluaran apapaun dari vagina
Tumor/benjolan : tidak ada tumor/benjolan pada vulva/vagina
Varises ada/tidak : tidak ada varises pada vulva

Inspekulo cerviks dan porsio (tidak dilakukan)
Luka /tidak  :  - erosi :
Tanda-tanda radang/infeksi : -
Pemeriksaan dalam (tidak dilakukan)
• Anus
Hemoroid : tidak ada
• Ekstremitas
- Atas
Refleks : baik
Varises : tidak ada
Oedema : tidak ada
- Bawah
Refleks : baik
Varises : tidak ada
Oedema : tidak ada
• Pemeriksaan laboratorium (tidak dilakukan)


VI. Implementasi Langsung
1. Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan
a. Menjelaskan kondisi ibu saat ini
b. Melibatkan suami untuk memberi dukungan pada ibu
2. Memberikan informasi tentang alat-alat kontrasepsi
a. Menjelaskan pada ibu macam-macam alat kontrasepsi yaitu hormonal,AKDR dan alami.
b. Membantu ibu untuk memilih alat kontrasepsi yang sesuai bagi ibu yaitu anjurkan ibu untuk menggunakan KB suntik yang tiga bulan karena ibu baru pertama kali pakai dan juga karena ibu masih menyusui
3. Memberikan informasi tentang efek samping dari alat kontrasepsi
a. Menjelaskan pada ibu efek samping dan alkon yang ibu pilih yaitu KB suntik
b. Menganjurkan pada ibu untuk konsultasi lebih lanjut bila merasa tidak nyaman dengan akan yang ibu pilih yaitu KB suntik depoprovera
4. Memberikan alat kontrasepsi hormonal yaitu KB suntik depoprovera
5. Menganjurkan ibu untuk datang kembali sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan

VII. Evaluasi
1. Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini
2. Ibu mengerti alat kontrasepsi apa yang cocok bagi dirinya
3. Ibu memilih alat kontrasepsi KB suntik yang tiga bulan karena masihmenyusui
4. Ibu mengerti efek samping apa yang akan ia alami dalam menggunakan KB suntik
5. Ibu sudah menggunakan alat kontrasepsi hormonal yaitu KB suntik Depoprovera.
6. Ibu berjanji akan datang tepat waktu sesuai dengan jadwal penyuntikan.

Posted at 06:46 am by kesehatanku

Make a comment  

Wednesday, December 08, 2010
Masalah Kesehatan Alat Reproduksi Remaja

Beberapa waktu yang lampau masalah remaja dengan alat reproduksinya kurang mendapat perhatian karena umur relatif muda, masih dalam status pendidikan sehingga. seolah-olah bebas dari kemungkinan menghadapi masalah penyulit dan penyakit yang berkaitan dengan alat reproduksinya. Terbukti bahwa remaja yang sedang mencari identitas diri telah sangat mudah menerima informasi dunia berkaitan dengan masalah fungsi alat reproduksinya sehingga cenderung menjurus ke arah pelaksanaan hubungan seksual yang semakin bebas.

Penelitian menunjukkan bahwa kejadian semakin bebasnya hubungan seksual, seolah-olah mencoreng muka pendidik, orang tua, dan masyarakat sehingga menimbulkan kesadaran yang agak terlambat. Penelitian di Jakarta, Yogyakarta, dan bahkan Denpasar menunjukkan bukti bahwa di kalangan remaja telah terjadi revolusi dalam hubungan seksual menuju ke arah liberalisasi tanpa batas. Kebanggaan terhadap kemampuan untuk mempertahankan kegadisan sampai pada ke pelaminan telah sirna, oleh karena kedua belah pihak sating menerima kedudukan baru dalam seni pergaiilan hidupnya.

Dalam melakukan hubungan seksual sebagian besar remaja tidak terlindung dari dua kemungkinan yang dapat terjadi yaitu kehamilan yang tidak dikehendaki dan penyakit hubungan seksual yang dapat menjurus ke arah penyakit radang panggul (PRP). atau pelvic inflammatory disease (PID). Dua masalah ini menjadi topik utama yang dihadapi remaja dalam mencari identitas yang akan menjerumuskan remaja pada kesulitan pemecahan masalah. Kedua masalah tersebut nyata memberi dampak yang merugikan remaja dalam menghadapi masa depan yang lebih baik.

Penyakit radang panggul wanita merupakan kclanjutan dari infeksi karena hubungan seksual yang tidak terlindung dari pengobatan radikal. Terjadinya penyakit radang panggul ini merupakan kegagalan dalam upaya pencegahan primer yaitu dengan menghindari terjadinya penyakit hubungan seksual sampai AIDS dan menetapkan diagnosis dini disertai pengobatan radikal. Kejadian penyakit radang panggul semakin meningkat berkaitan dengan makin bebasnya hubungan seksual pranikah yang melanda dunia dan terutama terjadi pada remaja.

Informasi yang malcin cepa dalam berbagai bentuk telah menyebabkan dunia semakin menjadi milik remaja. Demikian informasi tentang kebudayaan hubungan seksual telah memengaruhi kaum rernaja termasuk Indonesia, sehingga telah terjadi suatu revolusi yang menjurus makin bebasnya hubungan seksual pranikah. Anggapan bahwa remaja yang sedang dalam pendidikan dengan usia muda terbebas dari masalah infeksi alas genitalia (kelamin), haus ditinggalkan Masalah tersebut lalcsana gunung es yang hanya permulcaannya yang tampak sedangican kejadian sebenarnya cukup merisaukan setiap orang dan keluarga yang mempunyai remaja.

Posted at 03:31 am by kesehatanku

Make a comment  

Gender dan Kesehatan

Kata gender berasal dari bahasa Inggris yang berarti "jenis kelamin". Konsep gender dalam wacana ilmu sosial termasuk konsep yang relatif masih muda. Menurut Onny S.Prijono (1996:202):
Konsep gender berkembang sejak tahun 1970-an karena dalam kalangan yang berkecimpung dengan masalah kaum perempuan, terdapat ketidakpttasan dengan konsep perempuan dalam pembangunan (woman in development—WID), yang pada dasarnya melihat kaum perempuan terpisah dari kaum laki-laki.

Konsep ini, kemudian berkembang di masyarakat menjadi salah satu perspektif yang digunakan untuk menganalisis masalah sosial, termasuk masalah kesehatan. Namun demikian, di Iingkungan masyarakat pada umumnya, masih terdapat sejumlah kesalahpahaman mengenai konsep ini, sehingga seolah-olah konsep ini dimaknai sama dengan konsep seks (jenis ketamin). Padahal, kedua konsep tersebut merupakan dua konsep yang berbeda.

Kesalahpahaman terhadap konsep ini, menyebabkan kekeliruan yang berkepanjangan dalam proses sosialisasi dan optimalisasi pendidikan gender bagi masyarakat Indonesia. Paling tidak, kesalahpahaman ini dapat menyebabkan (a) kesalahan sikap anggota masyarakat terhadap program perjuangan dan penegakan hak-hak perempuan di masyarakat misalnya menganggap bahwa pendidikan gender sebagai upaya untuk melepaskan kaum perempuan dari tanggung jawabnya sebagai perempuan, (b) kesalahan tempat mengenai duduk persoalan kewanitaan dalam konteks masalah-masalah sosial kemasyarakatan misalnya memaksa perempuan untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya, dan (c) pencampuradukkan analisis dan kritikan terhadap berbagai konsep gender, yaitu antara peran gender dengan jenis kelamin dan seotah-otah kedua hal tersebut sebagai sesuatu hal yang sama.

Hal demikian, dapat menyebabkan prasangka yang kurang menguntungkan bagi pengembangan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Pada bab ini akan diupayakan untuk mengemukakan konsep dan perspektif analisis gender dalam layanan kesehatan.

Sumber: Sosiologi untuk Kesehatan  Oleh Momon sudarma


Posted at 03:21 am by kesehatanku

Make a comment