<< December 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, December 08, 2010
Masalah Kesehatan Alat Reproduksi Remaja

Beberapa waktu yang lampau masalah remaja dengan alat reproduksinya kurang mendapat perhatian karena umur relatif muda, masih dalam status pendidikan sehingga. seolah-olah bebas dari kemungkinan menghadapi masalah penyulit dan penyakit yang berkaitan dengan alat reproduksinya. Terbukti bahwa remaja yang sedang mencari identitas diri telah sangat mudah menerima informasi dunia berkaitan dengan masalah fungsi alat reproduksinya sehingga cenderung menjurus ke arah pelaksanaan hubungan seksual yang semakin bebas.

Penelitian menunjukkan bahwa kejadian semakin bebasnya hubungan seksual, seolah-olah mencoreng muka pendidik, orang tua, dan masyarakat sehingga menimbulkan kesadaran yang agak terlambat. Penelitian di Jakarta, Yogyakarta, dan bahkan Denpasar menunjukkan bukti bahwa di kalangan remaja telah terjadi revolusi dalam hubungan seksual menuju ke arah liberalisasi tanpa batas. Kebanggaan terhadap kemampuan untuk mempertahankan kegadisan sampai pada ke pelaminan telah sirna, oleh karena kedua belah pihak sating menerima kedudukan baru dalam seni pergaiilan hidupnya.

Dalam melakukan hubungan seksual sebagian besar remaja tidak terlindung dari dua kemungkinan yang dapat terjadi yaitu kehamilan yang tidak dikehendaki dan penyakit hubungan seksual yang dapat menjurus ke arah penyakit radang panggul (PRP). atau pelvic inflammatory disease (PID). Dua masalah ini menjadi topik utama yang dihadapi remaja dalam mencari identitas yang akan menjerumuskan remaja pada kesulitan pemecahan masalah. Kedua masalah tersebut nyata memberi dampak yang merugikan remaja dalam menghadapi masa depan yang lebih baik.

Penyakit radang panggul wanita merupakan kclanjutan dari infeksi karena hubungan seksual yang tidak terlindung dari pengobatan radikal. Terjadinya penyakit radang panggul ini merupakan kegagalan dalam upaya pencegahan primer yaitu dengan menghindari terjadinya penyakit hubungan seksual sampai AIDS dan menetapkan diagnosis dini disertai pengobatan radikal. Kejadian penyakit radang panggul semakin meningkat berkaitan dengan makin bebasnya hubungan seksual pranikah yang melanda dunia dan terutama terjadi pada remaja.

Informasi yang malcin cepa dalam berbagai bentuk telah menyebabkan dunia semakin menjadi milik remaja. Demikian informasi tentang kebudayaan hubungan seksual telah memengaruhi kaum rernaja termasuk Indonesia, sehingga telah terjadi suatu revolusi yang menjurus makin bebasnya hubungan seksual pranikah. Anggapan bahwa remaja yang sedang dalam pendidikan dengan usia muda terbebas dari masalah infeksi alas genitalia (kelamin), haus ditinggalkan Masalah tersebut lalcsana gunung es yang hanya permulcaannya yang tampak sedangican kejadian sebenarnya cukup merisaukan setiap orang dan keluarga yang mempunyai remaja.

Posted at 03:31 am by kesehatanku

Make a comment  

Gender dan Kesehatan

Kata gender berasal dari bahasa Inggris yang berarti "jenis kelamin". Konsep gender dalam wacana ilmu sosial termasuk konsep yang relatif masih muda. Menurut Onny S.Prijono (1996:202):
Konsep gender berkembang sejak tahun 1970-an karena dalam kalangan yang berkecimpung dengan masalah kaum perempuan, terdapat ketidakpttasan dengan konsep perempuan dalam pembangunan (woman in development—WID), yang pada dasarnya melihat kaum perempuan terpisah dari kaum laki-laki.

Konsep ini, kemudian berkembang di masyarakat menjadi salah satu perspektif yang digunakan untuk menganalisis masalah sosial, termasuk masalah kesehatan. Namun demikian, di Iingkungan masyarakat pada umumnya, masih terdapat sejumlah kesalahpahaman mengenai konsep ini, sehingga seolah-olah konsep ini dimaknai sama dengan konsep seks (jenis ketamin). Padahal, kedua konsep tersebut merupakan dua konsep yang berbeda.

Kesalahpahaman terhadap konsep ini, menyebabkan kekeliruan yang berkepanjangan dalam proses sosialisasi dan optimalisasi pendidikan gender bagi masyarakat Indonesia. Paling tidak, kesalahpahaman ini dapat menyebabkan (a) kesalahan sikap anggota masyarakat terhadap program perjuangan dan penegakan hak-hak perempuan di masyarakat misalnya menganggap bahwa pendidikan gender sebagai upaya untuk melepaskan kaum perempuan dari tanggung jawabnya sebagai perempuan, (b) kesalahan tempat mengenai duduk persoalan kewanitaan dalam konteks masalah-masalah sosial kemasyarakatan misalnya memaksa perempuan untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya, dan (c) pencampuradukkan analisis dan kritikan terhadap berbagai konsep gender, yaitu antara peran gender dengan jenis kelamin dan seotah-otah kedua hal tersebut sebagai sesuatu hal yang sama.

Hal demikian, dapat menyebabkan prasangka yang kurang menguntungkan bagi pengembangan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Pada bab ini akan diupayakan untuk mengemukakan konsep dan perspektif analisis gender dalam layanan kesehatan.

Sumber: Sosiologi untuk Kesehatan  Oleh Momon sudarma


Posted at 03:21 am by kesehatanku

Make a comment